Kebersihan adalah Budaya, Kebiasaan, dan Tanggung jawab bersama.
Kan ada petugas kebersihan ?
Kan ada petugas sampah ?
Kan ada petugas sapu jalan?
Pertanyaan ini selalu banyak kita dengar.
Setiap Hari kita melihat petugas kebersihan menyapu jalan, memungut sampah, membersihkan sudut-sudut kota, tetapi pernahkah kita berpikir bahwa ketika Kota masih terlelap, ada orang-orang yang bangun paling pagi. Mereka menyapu, mengangkut, memungut, dan membersihkan sampah yang bukan mereka ciptakan.
Mereka adalah memang "petugas kebersihan". Namun harus diingat, bahwa… bukan berarti kita bisa memandatkan sampah yang kita hasilkan sendiri pada mereka.
Mereka hanya melanjutkan apa yang seharusnya kita mulai, yaitu menjaga lingkungan kita sendiri.
Karena kebersihan bukan tugas mereka semata.
Kebersihan adalah Budaya, Kebiasaan, dan Tanggung jawab bersama.
Jika kita masih membuang sampah dari kendaraan…
Jika kita masih meninggalkan sampah di taman, pasar, atau bantaran sungai…
Maka kita sedang menambah beban orang-orang yang sudah bekerja melebihi batas.
Jika kita terus membuang sampah sembarangan, kota ini tidak akan pernah benar-benar bersih… bahkan dengan ribuan petugas sekalipun.
Tetapi ketika setiap tangan ikut menjaga, satu langkah kecil kita bisa mengubah banyak hal.
Mari mulai dari hal paling sederhana, yaitu Buang sampah pada tempatnya, kurangi penggunaan plastik, dan hargai kerja petugas kebersihan dengan tidak menambah beban mereka.
Kota yang bersih bukan karena banyaknya petugas kebersihan… tapi karena warganya peduli.
Mari kita menghargai keringat petugas kebersihan bukan hanya dengan ucapan terima kasih…
tetapi dengan berhenti membuang sampah sembarangan.
Kota Bima BISA.
Bersih Bisa. Tertib Bisa. Sadar Bisa.
Mulai dari kita… Kota Bima yang indah karena kita menjaganya bersama-sama.